Langsung ke konten utama

Postingan

 Lomba Menulis ASUS 2021
Postingan terbaru

Sebuah Pemahaman

Karena,  kalau kita sendiri yang mengurus hidup kita. Pelik, Bung.  Kehidupan mulai menjadi gak mudah ketika seorang overthinker kaya saya mengalami quarter life crisis.  Di situ saya bener-bener need someone dan mengandalkan serta bersandar pada orang-orang yang saya anggap bisa saya andalkan.  Tapi benarlah kata cendekiawan bahwa orang yang paling sering kecewa adalah orang yang paling besar ekspektasinya.  Saya tidak menyalahkan mereka.  Saya yakin,  sayalah yang salah.  Saat itu I feel like i am done.  Setelah merenung panjang (bukan di bilik merenung ya,  hehe) oh,  ternyata cara pandang saya terhadap urusan dunia yang salah.  Saya mulai rajin baca-baca buku dan artikel  serta nonton youtube related to pychology. Anything,  manajemen stress,  pengelolaan emosi,  gejolak jiwa,  dan lain lain.  Manusia gak akan pernah terlepas dari masalah.  Dari konflik.  Sungguh gak ada jamin...

Kompetisi Duniawi

Saya tidak lebih baik dari siapapun, Saya yakin. Tidak akan.  Alangkah tenteram hati ini Jika mengingat sebaik baik bekal yang bisa menjadi penolong kelak adalah amal ibadah.  Saya tidak akan menjadi lebih baik dari siapapun.  Jikapun saya berusaha,  saingan saya hanyalah saya yang kemarin.  Sesederhana itu?  Memang.  :) karena saya gak mampu bersaing.  Saya tidak akan menjadi  hebat di dunia ini.  Akan selalu ada yang lebih baik bahkan jauh lebih baik. Alangkah lelah jiwa jiwa yang berkompetisi untuk duniawi.  Alangkah letih jika hidup singkat ini diisi dengan persaingan tak henti. #NasihatBuatSaya

Allah knows

Kemarin saya dikuatkan oleh kata-kata yang gak sengaja saya baca.. Bahwa...           Sehebat apa masalah yang menerpamu maka akan sehebat itu juga Allah memandangmu untuk mampu melaluinya.. Actually.. It seems impossible until it's finally done. Allah mampukan. Sebetulnya... Kata-kata hanya akan jadi kata-kata sebelum kita benar-benar dalam kondisi yang demikian. Kita boleh melemah karena terlalu lelah. Kita boleh gak mampu mengatakannya pada orang lain..sebab hanya menambah beban di pikiran.. Ada hal yang bahkan pada seorang mahluk Allah pun tidak bisa kau ungkapkan.  Ada.  :) Ada saat ketika kita merasa hati kita robek serobek-robeknya tapi di saat yang bersamaan sang waktu menuntutmu untuk tetap menjalani hidup bahkan dengan ritme lebih cepat.. Saya ingat kata-kata seorang Ustadz di salah satu rumah tahfidz di Palembang tahun lalu, "Ada saatnya nanti ketika kaki kita luka dengan darah yang berceceran tapi di saat yang sama kita j...

Kegalauan Sesungguhnya

Bukan tentang sms yang gak dibales dosen pembimbing skripsimu... Bukan pula tentang pasien koasmu yang tiba-tiba membatalkan jadwal kunjungan.. Bukan tentang tugas Fisika yang tak kunjung bisa kau jawab saat ujian.. Bukan juga tentang amarah bos di kantormu karena keterlambatan penyelesaian tugasmu.. bukan tentang tante-tante yang saat hari raya bertanya padamu tentang kapan kau kenalkan calon pasanganmu.. Bukan tentang baiknya pilih lip tint, lip matte,  atau lip cream... Sama bukannya tentang lebih cocok pakai flatshoes,  wedges,  stiletto, atau justru sneakers... Apalagi... Tentang.. Kegundahan pasca stalking medsos gebetanmu yang ternyata interaksinya bejibun sama lawan jenis... Jelas bukan tentang itu. Ketahuilah,  sebab INI LEBIH DARI SEKEDAR ITU... Sekali lagi, INI JAUH LEBIH DARI SEKEDAR ITU SEMUA.. Karena... kegalauan sesungguhnya adalah galau yang mampu melahirkan ketakutan yang mendalam  atas  Rabb-mu dan ketentuan Rabb-mu....